Budidaya Belut dan Informasinya

Advertisement
Belut bukan menjadi binatang yang masih asing di telinga masyarakat Indonesia. Belut banyak disukai oleh masyarakat karena rasanya yang lezat dan gurih. Ada banyak restaurant yang menyajikan belut sebagai salah satu menu andalannya. Tapi belum banyak yang membudidayakan belut. Sebenarnya budidaya belut impor akan menjadi usaha yang menarik. Hal ini karena pada dasarnya permintaan belut di pasar cukup tinggi, dan tidak hanya bisa mengandalkan hasil belut dari alam saja. Perlu adanya pembudidayaan agar ketersediaan belut di pasaran selalu tercukupi dengan baik.
Budidaya belut import dan sentralnya di dunia internasional ada di Jepang, Taiwan, Perancis, Hongkong dan Malaysia. Di negara-negara tersebut permintaan belut cukup tinggi, selain juga melayani permintaan belut dari negara-negara yang lain. Di Indonesia sendiri, belut dapat hidup dengan baik di alamnya atau pada kolam lumpur dan kolam yang terbuat dari bubu-bubu di sawah. Oleh sebab itu, akan menjadikan nilai plus tersendiri jika Anda yang tinggal di Indonesia mau membudidayakan belut.



Belut yang mempunyai ukuran besar dan kualitas baik adalah belut super. Ukuran lingkar tubuhnya bisa mencapai 6,5 centi meter dan panjangnya sampai dengan setengah meter. Untuk ukuran, biasanya 1 belut adalah 3-3,5 ons, sehingga dalam 1 kilogram terdapat 3 belut ukuran super. Di Indonesia terdapat budidaya belut Indramayu, Malang, dan Yogyakarta yang saat ini sudah mengembangkan budayanya. Di daerah lain belum terlalu digalakkan, dan masih banyak mengandalkan hasil belut dari alam.

Tempat Budidaya Belut

Untuk tempat hidup belut, banyak yang memilih menggunakan lumpur. Caranya dengan menyiapkan tempat berukuran 3x5 meter. Lumpur untuk media hidup belut juga diberi bonggol pisang dan jerami. Beri juga air dengan ketinggian 15 centi meter. Jika pada saat awal pembudidayaan, menaburkan 50 kg bibit belut, maka dalam sekali panen bisa menghasilkan 5 kali lipat, yaitu 25 kg belut siap panen. Itu baru satu kolam saja. Jika Anda membuat 4 kolam maka tentunya 250 kg dikalikan dengan 4. Sementara harga belut per kilogram adalah sekitar 30.000.

Jika kolam Anda sudah dapat berjalan dengan baik, maka Anda tidak hanya akan menghasilkan belut hasil panen saja, tetapi Anda bisa menjual bibit-bibit belut yang masih kecil. Keuntungan dari menjual bibit belut adalah dapat dilakukan setiap bulannya. Kemudian jika panen belut dalam kurun waktu 3 atau 4 bulan. Di dalam setahun, Anda bisa memanen sebanyak 3-4 kali panen. Tetapi jika kolam Anda banyak, tentu saja dalam setahun omzet Anda bisa puluhan juta rupiah. Laba kurang lebih setengah dari omzet. Untuk selain lumpur, bisa menggunakan bubu dari bambu-bambu dan dipasang di sawah. Jika Anda tidak mempunyai sawah atau sawah Anda kurang memungkinkan dipasang bubu, bisa bekerja sama dengan para petani di daerah setempat.

Untuk budidaya belut info mengenai pakan, sebenarnya Anda tidak perlu bersusah-susah, karena belut cukup diberikan pakan cacing dan katak saja. Bahan-bahan alami ini justru disukai oleh belut dan membuat belut cepat tumbuh. Mungkin dalam hal mencari pakan ini, Anda tidak terlalu mempertimbangkan biaya, hanya tenaga yang Anda butuhkan untuk mencari pakan tersebut. Untuk pakannya, akan lebih baik bila diberikan dua kali dalam sehari. Hal ini untuk mengantisipasi agar belut tidak kekurangan makan. Jika belut kelaparan, akan memangsa belut yang lainnya. Tentu Anda tidak mau belut-belut Anda berkurang karena saling memangsa satu sama lain bukan?
Advertisement
Advertisement